Google+ Followers

Kamis, 28 November 2013

Umur bumi tinggal 1,75 milyar tahun lagi....??

http://media.infospesial.net/image/news/p/alam-semakin-rusak-bumi-akan-kiamat-di-tahun-2030.jpg 
Suatu saat nanti Bumi yang kita tempati ini tidak dapat mendukung manusia serta sudah tidak layak ditempati oleh manusia lagi. Seperti yang sedang saya bahas... Umur bumi tinggal 1,75 milyar tahun lagi, atau paling lama hanya tinggal 3,25 milyar tahun lagi... DARI SAAT INI.

Gambar diatas merupakan gambar ilustrasi suatu hari nanti saat bumi sudah mulai rusak sedangkan matahari suatu saat juga akan kehabisan gas yang berakibat matinya matahari. Sebelum mati matahari akan membengkak dan menelan planet yang berada disekitarnya.
 Peneliti mengatakan bahwa bumi sekarang berada dizona paling baik... Jadi  jangan dirusakin oleh tangan kreatif ya...

Jarak bumi ke matahari sangat tepat, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Ukuran bumi juga tepat untuk manusia tinggal. Zona layak huni dari sebuah planet memang bervariasi. Tergantung ukuran bintang (mataharinya) sebagai pusat. Matahari dibeberapa planet ada yang memiliki ukuran besar dan bisa kecil. Jarak juga menentukan, semakin besar bintang maka zona yang aman untuk ditinggali harus semakin jauh dari bintang dan sebaliknya.

Bintang kita (matahari) ukurannya relatif kecil, dan umur hidupnya semakin lama. Dibanding bintang raksasa, umurnya akan sangat singkat, lebih cepat membengkak dan berubah menjadi raksasa merah lalu menghancurkan semua planet di sekitarnya. Umumnya planet yang memiliki bintang raksasa, umur hidupnya tidak lama.Demikian juga planet yang dekat akan habis terbakar atau terkena radiasi bintang.

Bagaimana posisi bumi setelah milyaran tahun mendatang. Bumi akan berada semakin dekat matahari, karena matahari akan berubah lebih besar seakan membengkak. Karena semakin panas dan terlalu panas, air di lautan akan menguap kata Andrew Rushy seorang mahasiswa PhD dari UEA ilmu lingkungan hidup. Bila suhu terus meningkat, hanya mikroba saja yang mampu bertahan hidup. Matahari akan terus membesar, karena matahari adalah bintang dalam bentuk gas. Karena intinya mulai hancur, bintang akan kehilangan daya tarik (gravitasi). Gas seperti atmosfir bumi, semua tertarik oleh gaya magnit bumi. Bila gravitasi melemah, maka gas yang menyelimuti bintang akan mengembang. Tapi itu baru tahap awal kehancuran bumi, setelah itu bumi akan ditelan oleh gas raksasa matahari dan terbakar habis.

Rushby mengatakan kalau bumi sudah tidak layak ditinggali, manusia bisa pindah ke planet lain. Sejauh ini manusia sudah mencari Exoplanet, dan masih terus berlanjut demgam penelitian. Bila tidak mungkin pindah ke tempat lain, salah satu tempat terbaik adalah planet Mars. Masalahnya di planet Mars adalah atmosfir yang tidak mendukung, setidaknya sampai sekarang ini. Kondisi Mars mengalami masalah  untuk mempertahankan air (cair) walau dulunya pernah diteliti kemungkinan planet tersebut memiliki kandungan cairan. Bila semua tidak ditemukan, harapan sementara hanya pada planet Mars dan merupakan tempat paling solid kata Rusby. Setidaknya untuk sementara waktu.

Bumi memiliki 95% udara dengan kandungan metana ( 4 molekul hidrogen dan 1 karbon.) yang dibuat dari kehidupan. Gas metana menjadi barometer bagi manusia bila sebuah planet memang pernah dihuni oleh mahluk hidup.

Tapi menurut analisa lain mengatakan atmosfer Mars sangat sedikit berisi gas metana. Gas metana adalah tanda dari aktivitas kehidupan di Mars. Berita ini di dapat dari robot Curiosity yang sedang meneliti disana.  Curiosity membawa pengukur laser Spektrometer yang dirancang untuk mencari gas metana. Sampai saat ini gas tersebut belum terditeksi (2012). Tetapi analisa robot Curiosity belum dapat memastikan apakah di Mars memang pernah ada mahluk hidup. Gas metana digunakan sebagai parameter ketika sebuah planet mengalami perubahan. Sejauh ini para peneliti hanya bisa menyimpulkan bahwa planet Mars ini telah kehilangan separuh gas yang dimiliki.

Masalahnya manusia sekarang sedang menghancurkan planetnya sendiri. Apa yang disebut global warming / pemanasan global. Panas bumi akan terus meningkat, bahkan mencapai 2 derajat lebih panas pada tahun 2100. Masalah lain dari jumlah penduduk, tahun 2050 penduduk bumi diperkirakan mencapai 9 milyar manusia. Apakah bumi masih mampu memberikan makanan bagi manusia sebanyak itu. Sebenarnya itu yang perlu dihadapi oleh masyarakat sekarang. Pemborosan energi, polusi, sampah, pembakaran batubara akan berdampak meningkatkan bencana alam sampai es dibagian kutub akan mencair dan menengelamkan kota kota di pinggir pantai. Bila panas meningkat maka produksi pangan akan terganggu, disitu juga menjadi bencana. Harga makanan mahal dan penduduk miskin tidak mampu membeli makanan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar harus menggunakan kata-kata yang sopan.