Google+ Followers

Sabtu, 01 Juni 2013

Rusia akan lacak pergerakan ASTEROID "kiamat" apophis

Rusia Akan Lacak Pergerakan Asteroid "Kiamat" Apophis


Asteroid Apophis ditemukan pada 19 Juni 2004     Badan Antariksa Rusia (Rocosmos) merencanakan sebuah misi ke Aphopis, sebuah asteroid yang diyakini mampu mengubah arahnya dan akhirnya menabrak Bumi.

Di batu angkasa itu, mereka akan menanam pemancar radio yang akan membantu para ilmuwan melacak pergerakan benda angkasa itu, sekaligus menilai risiko yang akan akan ia datangkan.

Asteroid selebar 300 meter menjadi berita utama pada tahun 2004, saat NASA melaporkan ada peluang 1 banding 223, batu raksasa itu menabrak Bumi pada tahun 2029. Nama Aphopis yang melekat dengan asteroid itu diambil dari nama dewa jahat Mesir Kuno, musuh bebuyutan Dewa Matahari, Ra.

Namun, observasi tambahan menunjukkan, ia tak sampai menubruk Bumi, hanya melintas dalam jarak relatif dekat namun masih dalam kategori aman, yakni sekitar 36.000 kilometer dari Bumi pada 2029.

Jarak terdekat, yang bisa menimbulkan tarikan gravitasi tak terduga pada Apophis, yang akan mengubah arahnya dan menimbulkan bahaya pada Bumi berpotensi terjadi pada tahun 2036, saat ia kembali melintas.

Agar mengetahui risiko yang dihadapi peradaban manusia, Rocosmos merencanakan misi robot ke asteroid tersebut. Rencana itu diumumkan oleh Direktur Rocosmos, Vladimir Popovkin Senin lalu.

"Rencananya adalah mendaratkan di permukaan Apophis dan membangun pemancar radio di sana," kata dia di Space Research Institute, Moscow.

Suar yang dipancarkan akan memungkinkan para astronom mengkalkulasi gerak Apophis dan efeknya saat melintas dekat Bumi pada 2029. Namun misi itu tak akan dilakukan dalam waktu dekat, melainkan pasca tahun 2020.

Tak mau kalah dengan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Popovkin yang bicara pada sebuah konferensi eksplorasi tata surya, juga menguraikan target jangka menengah Rocosmos. Salah satunya, mengorbit Venus pada tahun 2020 dan 2025, yang akan mengeksplorasi pemukaannya yang panas dan atmosfer padatnya. Misi itu akan melibatkan robot, meski mungkin hanya akan mampu bertahan sehari saking panasnya.

Rusia juga mengincar misi di satelit Jupiter, Ganymede. Rocosmos berencana mengirim pesawat luar angkasa ke sana, dan saat ini sedang bernegosiasi dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang punya maksud serupa. Juga misi ke Mars.

Namun, misi yang paling dekat adalah misi Luna Glob di Bulan yang dijadwalkan pada tahun 2015, yang akan membawa kembali sample tanah Bulan untuk dipelajari di Bumi. "Kami akan mengerahkan segala daya upaya dan mayoritas sumber daya pada misi di Bulan," kata Popovkin.

Bantahan NASA
Anggapan bahwa Apophis bisa memicu kiamat sebelumnya dibantah NASA."Secara teknis, apa yang dikatakan ilmuwan Rusia benar. Bahwa mungkin Apophis akan menabrak Bumi," kata kepala objek dekat Bumi NASA, Donald Yeomans, seperti dimuat Space.com. Namun ditambahkan dia, kesempatan itu kecil, 1:250.000.

Dijelaskan Yeomans, situasi pada 13 April 2029, Apophis memang berada di dekat Bumi -- sekitar lima kali jari-jari Bumi. "Memang cukup dekat, namun kami sudah mengeyampingkan asteroid itu bakal menabrak Bumi saat itu," kata Yeomans.

Jika diperkirakan asteroid itu berdampak destruktif atau merusak Bumi, NASA akan membuat skema penyelamatan Bumi. Tujuannya,  untuk mengubah orbit asteroid -- mengurangi kemungkinan tubrukan pada 2036 sampai titik nol.

Kata Yeomans, ada beberapa cara untuk mengubah orbit asteroid. Yang paling sederhana, mengirimkan pesawat ruang angkasa menuju batu langit yang meluncur itu. Ditabrakkan. Teknik yang sama digunakan pada 4 Juli 2005 lalu saat pesawat Deep Impact ditabrakan ke komet, Tempel 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar harus menggunakan kata-kata yang sopan.